 | Irrasyai..Ahlan Wa Sahlan.. | Jan 30, 2008 |
 | Gambar Silaturohiim | May 25, 2009 |
MODAR 4 berhadiah kaos dan sttiker 44 Photos, 66 comments
Emgain 91-97 19 Photos, 44 comments
emgain-emgaat reuni di djokdja 29 Photos, 76 comments
silaturohiim muallimin-muallimat 31 Photos, 125 comments
|
 | Notes | |
- Era tahun 90-an ditandai munculnya beberapa stasiun televisi swasta yang tampil beda dan tidak kaku dalam tayangannya seperti TVRI, banyak orang beranggapan kalau masa itu ialah masa masuknya dunia radio ke era menjelang ajal.
Ditambah lagi dengan hadirnya tontonan luar yang bisa disaksikan melalui televisi berlangganan maupun parabola menambah maraknya persaingan bisnis di dunia hiburan serta informasi, lantas bagaimana dengan nasib “si kotak mungil” radio??
Di tahun 2009 ini tercatat, sudah ada puluhan stasiun televisi hadir baik itu bersifat local maupun nasional dengan ke khasan masing-masing.
Namun diantara puluhan stasiun televisi yang ada selama ini, rata-rata mereka mempunyai satu kesamaan, yakni dalam hal siarannya lebih di dominasi hiburan baik itu drama, sandiwara, sinetron maupun informasi seputar artis, kecuali Metro TV, Elshinta TV yang garapannya lebih banyak bersifat pemberitaan dan ilmu pengetahuan.
Sudah menjadi tabiat manusia, ketika setelah seharian lelah dalam bekerja, mula-mula yang akan dicari adalah hiburan, namun apa jadinya jika hiburan yang di konsumsinya itu lebih banyak menjual mimpi, mempertontontan kekerasan dan kejudesan serta adegan yang tidak bermanfaat lainnya.
Lantas, apa yang akan kita petik dan ambil hikmahnya dari tontonan yang seperti ini?
Kembali ke tema radio, walau dalam banyak hal peran radio mulai “digusur” oleh televise, ternyata keberadaannya masih tetap eksis dan di butuhkan oleh masyarakat luas, setidaknya ada sekitar 70-an lebih stasiun radio mengudara setiap hari di Jakarta baik itu lewat gelombang FM dan AM
Segmen dan sasaran pendengarnya pun sangat beragam, misalkan radio Elshinta, radio yang jaringannya sudah merambah di kota-kota di Indonesia dan via internet ini mayoritas acaranya diisi oleh berita maupun analisa setiap kejadian, lain halnya dengan jaringan radio PAS FM, lebih didominasi pemberitaan seputar bisnis dan perniagaan, uniknya meskipun banyak radio yang dahulunya memakai gelombang AM dan kini hijrah di gelombang FM demi kejernihan suara sehingga membuat gelombang AM sepi pendengar, masih ada beberapa radio yang ‘istiqomah’di gelombang AM dan siarannyapun masih sarat manfaat dan pengetahuan, misalnya radio Sabili di gelombang 1530 AM, stasiun radio yang di miliki media masa Islam terbesar dan terluas jangkauannya di Indonesia ini punya keunikan tersendiri, antara lain pemberitaan yang disampaikan cukup berimbang terutama berita tentang kabar kawasan negri-negri Arab ( sengaja tidak menggunakan istilah Timur Tengah karena istilah ini sengaja di pakai Yahudi untuk menghilangkan kebanggaan dan identitas orang Arab atas kata “Arab” itu sendiri karena termaktub dalam Qur’an) serta lagu yang diputar kebanyakan nasyid yang menggugah semangat dan ghiroh.
Selain radio sabili AM 1530, adapula radio Rodja’ di gelombang 756, radio ini mirip dengan kebanyakan radio-radio yang mengudara di negri-negri Arab lewat idza’atul qur’anul karim( radio alqur’anulkarim), radio Rodja’ mayoritas melewati jam-jamnya dengan tilawah al qur’an serta ta’lim dan berbagai majlis ilmu lainnya, sehingga jika kita menyimaknya setiap hari, ilmu yang nyantol di otak kita insya Allah akan bertambah banyak.
Menyaksikan televisi tidak semudah mendengarkan radio, ketika menyetir maupaun mengendarai motor, telingan kita tetap bisa mendengar radio, saat beraktifitas di dapur maupun di tempat lain, kitapun tetap dapat mendengarkan asyiknya acara radio tanpa mengganggu kosentrasi yang sedang berlangsung.
Setiap manusia pasti menginginkan hari-harinya di lalui dengan menambah ilmu dan memperluas wawasan, nah.. media radio terutama yang bernafaskan Islam seperti radio Rodja’, Sabili, Dakta dan Asy Syafi’iyyah, MQ merupakan media yang bisa menjawab solusi semua itu, selain murah, media ini sangat akrab dengan seluruh lapisan masyarakat hingga ke titik rendah sekalipun, berbeda dengan internet yang masyarakat di desa belum tentu bisa memanfaatkannya.
Sungguh sangat disayangi jika waktu kita dihabiskan hanya untuk menonton “mimpi” yang akan sangat sulit terjadi pada diri kita, plus bumbu-bumbu adegan kekerasan serta menyumpahserapahi sesama anak Adam.
Era kita sekarang berbeda dengan era orang tua kita dahulu, sekarang ini pelajaran agama di sekolah-sekolah selain pesantren begitu mendapat porsi dan perhatian yang amat minim, sementara godaan yang dapat menjerumuskan ke jurang kenistaan begitu banyak, mulai dari televisi, film, internet dan lain sebagainya, lalu bagaimana kita mampu mencegah semua itu kalau tidak dengan ilmu dan wawasan yang luas.
Pelajaran agama dapat kita peroleh lewat pengajian-pengajian di masjid serta lewat memantau siaran radio-radio tadi.
Jadikanlah, manfaatkan waktu luang kita dengan memperluas wawasan serta timbahlah ilmu sebanyak-banyaknya melalui kotak suara bernama radio ini..
 | Karya Silaturohiim | Jun 11, 2009 |
Era tahun 90-an ditandai munculnya beberapa stasiun televisi swasta yang tampil beda dan tidak kaku dalam tayangannya seperti TVRI, banyak orang beranggapan kalau masa itu ialah masa masuknya dunia radio ke era menjelang ajal. Ditambah... more | Market | May 10, 2010 |
 Menerima Pesanan Birthday Cake dengan foto.. untuk lebih lanjut bisa menghubungi : oishiicake@yahoo.com  | Buku Silaturohiim | |
 | ke kebayoran ari selase.. makan lalap sambel pete.. pan bentar lagi mo puase.. maapin kalo ade salah2 kate yee..:)) |
 | eehh??kagett.. namanya persis sekali seperti teman kecil saya... tapi beda... :) assalamu'alaykum.. |
 | iya, lagi sibuk cari customer .... |
 | udah gak keurus nih mp nya... |
 | belum ada tanda tanda kehidupan... |
 | apa ada yg di bahas rock......................... |
 | kok sepi..................? |
 | sama2 kak..taqoballaoh minna waminkum |
| |